Syarat Diterimanya Syahadatain.
Syahadat adalah nikmat teragung yang
Allah karuniakan dan tunjukkan kepada seorang hamba di antara hamba-hamba-Nya. Ia
adalah pokok agama, fondasinya, inti segala perkaranya, tonggaknya, dan pilar
bangunannya.
Dua kalimat syahadat atau
syahadatain itu berisi ikrar bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad
adalah utusan Allah. Seorang hamba dikatakan masuk islam dengan mengikrarkan
dua kalimat syahadat, dan diangggap keluar dari islam dengan menentang dua
kalimat syahadat tersebut-baik pengingkaran nya terhadap sesuatu yang ditunjukkan
oleh kedua kalimat itu maupun karena kesombongan terhadap sesuatu yang menjadi
konsekuensi dari keduanya. Untuk itulah Rasulullah Saw tidak pernah menyeru
kepada sesuatu sebelum menyeru kepada kedua kalimat syahadat, karena Allah
tidak akan menerima apapun dari seseorang tanpa kedua kalimat itu.
Seorang muslim wajib hukumnya
meyakini dalam hati dan mengatakan dengan lisan, “aku berikrar bahwa tiada
tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.” Dengan kedua
kalimat syahadat berarti ia masuk kedalam agama islam dan secara umum dianggap
beriman sehingga tidak termasuk orang yang kekal di dalam neraka, di mana kalaupun
masuk neraka karena maksiat-maksiat yang dilakukannya, kemudian setelah itu
masuk surga dan kekal di dalamnya karena keimanannya.
Menurut Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhahhak,
syahadat adalah Al-‘Urwah Al-Wutsqa (ikatan yang kokoh) yang terdapat
dalam firman Allah Ta’ala :
“Barang siapa ingkar kepada thagut
dan beriman kepada Allah maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali
yang sangat kuat yang Tidak akan putus” (Al-Baqarah
:256)
Selain itu Syahadat adalah Al
Hasanah (kebaikan) yang Allah sebutkan dalam firman-Nya :
“Barang siapa berbuat kebaikan
maka ia mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.” (al-anam : 16)
Itulah yang dikatakan oleh Zainul
Abidin dan Ibrahim An-Nkha’i dan diriwayatkan dari Abu Dzar Al Ghifari secara
marfu’ bahwa Rasulullah Saw. Bersabda “syahadat adalah sebaik-baik kebaikan dan
syahadat juga menghapus dosa-dosa dan kesalahan.”
Agar syahadat kita diterima dan
menjadi sebaik-baik kebaikan yang akan menghapus dosa-dosa maka kita harus
mengetahui syarat-syarat diterimanya syahadatain. Berikut ini adalah
syarat-syarat diterimanya syahadatain yang terdapat dalam buku syarah 10
muwashafat.
·
Mengetahui
makna syahadat, yaitu memahami betul terhadap makna yang terkandung dari
kalimat tersebut. Allah swt berfirman :
“Maka
ketahuilah bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah” (Muhammad
:9)
Di dalam Shahih
Muslim dan Sunan An-Nasa’i diriwayatkan dari Utsman bin Affan r.a bahwa
Rasulullah saw. Bersabda :
“siapa saja
yang meninggal dunia sementara ia tahu bahwasanya tiada tuhan selain Allah
niscaya ia masuk surga”
·
Keyakinan
yang menghilangkan keraguan. Maksudnya orang yang mengucapkan kalimat syahadat
harus yakin dengan yang ditunjukkan oleh kalimat tersebut.
“ sesungguhnya
orang-prang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Alah dan
rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu” (Al hujurat : 15)
·
Tunduk
terhadap apa saja yang ditunjukkan oleh kalimat syahadat sehingga mendapatkan
manfaat darinya, keselamatan dari neraka, dan kemenangan berupa surga. Ketundukan
terhadap apa saja yang ditunjukkan oleh kalimat syahadat itu harus mampu
menghilangkan sikap inkonsisten terhadap kalimat tersebut. Selain itu seorang
yang bersyahadat harus ikhlas ketika beramal.
“ maka
sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (Az-Zumar : 2)
Dalam shahih
bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda :
“manusia yang
paling bahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan la ilaha
illallah dengan tulus ikhlas dari dalam hati atau jiwanya.”
·
Cinta
kepada kalimat syahadat dan kepada orang yang mengamalkan secara konsisten
terhadap syarat-syaratnya dan benci kepada apa saja yang bertentangan dengan
itu. Allah Ta’ala berfirman :
“wahai
orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (kelar) dari
agama nya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dia mencintai
mereka dan merekapun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap
orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang
suka mencela.” (al-Ma’idah : 54)
Rasulullah saw
juga bersabda.
“barang siapa
yang terdapat 3 hal ini pada dirinya niscaya ia akan mendapatkan kemanisan
iman, yaitu seseorang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada selain
keduanya, seseorang yang mencintai orang lain yang tidaklah ia mencintai orang
tersebut kecuali karena Allah, dan seseorang yang benci untuk kembali kepada
kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagimana ia benci untuk dilempar ke
dalam neraka.”
Selain itu dua
kalimat syahadat juga memiliki beberapa
syarat yaitu :
1.
Ilmu
2.
Yakin
3.
Menerima
4.
Taat/patuh
5.
Jujur
6.
Ikhlas
7.
Cinta
Maka
semoga kita senantiasa memenuhi beberapa syarat-syarat diatas, agar Allah swt
kelak menerima kita di surga-Nya. Aamiin
Mohon
maaf apabila ada kesalahan.
Sumber
:
Syarah
10 Muwashafat (Muhammad Husain Isa Ali Manshur)
https://muslim.or.id

Komentar
Posting Komentar