Pulang
setiap manusia adalah pribadi yang unik. yang memiliki karakter berbeda dengan manusia lainnya. setiap diri manusia selalu memiliki ciri khas, passion, hobi dan keinginan yang berbeda.
contohnya saja dalam satu keluarga, keinginan kakak dan adik yang lahir dengan darah yang sama akan selalu berbeda. pun begitu dengan jutaan penduduk di bumi ini. berapakah jumlah penduduk bumi hari ini ?
berdasarkan data sensus penduduk bumi di tahun 2017 saat ini bumi menampung 7.58 miliar manusia. diantara 7 miliar manusia itu setiap manusia memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda. bayangkan jika seluruh penduduk bumi bekerja sebagai petani, atau seluruh penduduk bumi bekerja sebagai pedagang. mungkin kita tidak akan jumpai penyanyi dengan suara emas, petinju dengan sekali hantam langsung meluluhlantahkan lawannya, atau arsitek dengan bangunan bangunan indah di berbagai penjuru dunia.
begitulah Tuhan ciptakan manusia dengan paket komplitnya. tetapi pada hari ini aku tidak akan membahas lebih jauh tentang bagaimana bumi jika hanya dengan satu keinginan. tetapi aku ingin tuliskan tentang karir dan perjalanan seseorang.
aku tinggal di salah satu kota, tepat di belakang kampus aku menimba ilmu ada perkampungan kecil, kehidupan berjalan dengan baik di perkampungan kecil tersebut. ruko ruko kecil dari papan dan triplek berdiri di sepanjang jalan perkampungan. kala itu di awal aku berkuliah aku kerap kali menyambangi beberapa ruko, ada umi penjual makanan, ada fotokopi dengan harga super murah, dan ada pula seorang pedagang kosmetik.
tetapi di tahun kemarin ruko ruko dan perkampungan kecil itu di tutup. di ratakan dengan tanah, pemerintah kota sampaikan bahwa tanah yang mereka gunakan selama ini milik pemerintah dan akan dibangun gedung perkantoran.
maka setahun berlalu gedung perkantoran itu mulai berdiri tegak, aku tidak pernah tau bagaimana kabar para pemilik ruko yang biasanya jika hendak pulang ke kosan aku menyempatkan untuk mampir. terkdang aku sering berpikir apakah kegiatan mereka saat ini, bagaimana pekerjaan mereka, dan bagaiamana bagaimana yang lainnya.
hingga beberapa waktu lalu aku temukan kabar indah tentang mereka, bapak yang dulu bekerja sebagai pemilik fotokopi ternyata sudah lama kembali membuka fotokopinya di sebuah ruko yang lebih layak. umi yang dulu memiliki warung makan ternyata juga kembali membuka warung makan, ibu yang dulu menjual kosmetik ternyata sejak lama kembali membuka toko kosmetik.
begitulah kehidupan menariknya semua kembali pulang pada cita cita dan harapan yang sejak awal sudah mereka rancang. walau terkadang banyak juga yang kemudian beralih dengan mencoba kehidupan lain. tetapi pulang dengan pekerjaan semula adalah pilihan ternyaman dalam kembali memulai kehidupan.
pulang bukan berarti kita menyerah, tetapi pulang berarti saatnya kita mulai segala sesuatu dengan baik. karena rumah adalah tempat untuk kita memulai dan kembali melanjutkan karya.
tapi ada pulang yang selalu diharapkan oleh orang yang beriman dan dilupakan oleh orang yang sangat amat mencintai kehidupan itulah pulang kepada Tuhan.
tidak banyak yang akan kita bawa untuk pulang dan menghadap-Nya. mumpung jadwal pulang belum dikabarkan. Teruslah berbuat kebaikan untuk bekal pulang, pulang dalam pertemuan dengan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar